Angin Kencang Terjang Demak, 100 Rumah Rusak dan Tower Telekomunikasi Roboh Timpa Empat Rumah


 

detik24jam.online, Demak – Angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak, Jawa Tengah pada Jumat (30/10/2026) sore. Bencana tersebut mengakibatkan sekitar 100 rumah warga serta sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan. Tak hanya itu, sebuah menara telekomunikasi dengan ketinggian sekitar 60 meter roboh dan menimpa empat rumah warga. Dua orang juga dilaporkan mengalami luka-luka akibat tertimpa pohon tumbang.

Kejadian tersebut berlangsung di Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung. Angin yang bertiup sangat kencang disertai sambaran petir diduga menjadi penyebab robohnya menara telekomunikasi hingga menimpa sejumlah rumah di sekitarnya. Akibat insiden itu, empat rumah mengalami kerusakan cukup parah.

Pada Sabtu (31/10/2026), atau sehari setelah kejadian, warga mulai bergotong royong melakukan perbaikan terhadap bagian atap rumah yang terdampak. Di sisi lain pengelola menara telekomunikasi telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan dan proses evakuasi terhadap reruntuhan menara.

Salah seorang warga yang rumahnya tertimpa menara, Abdul Ghofur menuturkan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Ketika kejadian berlangsung, istri dan anaknya sedang berada di dalam rumah untuk membersihkan kamar sekaligus menyiapkan ember guna menampung air hujan yang masuk melalui atap bocor.

"Kata istri, tahu-tahu ada suara ambrukan keras gitu. Dia kaget sama anak saya disuruh pada keluar. Alhamdulillah semua selamat, cuma trauma. Ini yang rusak dapur sama rumah belakang rusak total," kata Abdul Ghofur saat ditemui di lokasi pada Sabtu (31/10/2026).

Istri dan anak Abdul Ghofur berhasil keluar dari rumah dengan selamat dan tidak mengalami luka. Meski demikian, bagian belakang rumahnya mengalami kerusakan cukup parah dengan perkiraan tingkat kerusakan mencapai 70 persen.

Dampak angin kencang tidak hanya dirasakan oleh warga yang rumahnya tertimpa menara. Sekitar 100 rumah di Desa Kebonagung turut mengalami kerusakan dengan kategori beragam, mulai dari ringan hingga berat. Bahkan, dua rumah warga dilaporkan hancur dan rata dengan tanah akibat terjangan angin.

Kepala Desa Kebonagung, Turyadi menjelaskan bahwa bencana angin puting beliung tersebut juga mengakibatkan sejumlah pohon tumbang dan merusak bangunan milik warga. Hingga kini pemerintah desa masih melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah pasti rumah terdampak beserta tingkat kerusakannya.

"Puting beliung menerjang rumah dan pepohonan di desa kami. Yang parah sempat merobohkan tower, tower tersebut menimpa rumah sekitar dan yang parah lagi, dua rumah warga kami roboh kena angin kencangnya itu," ujar Turyadi.

Selain menyebabkan kerusakan pada rumah warga, sejumlah pohon berukuran besar juga tumbang dan menghalangi akses jalan raya. Salah satu pohon yang roboh bahkan menimpa warung makan serta dua pengendara sepeda motor yang tengah berteduh. Kedua korban mengalami luka cukup serius sehingga harus segera mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat.

Kerusakan akibat angin kencang juga terjadi pada sejumlah fasilitas publik. Salah satunya adalah Pasar Desa Kebonagung yang turut mengalami kerusakan setelah diterjang angin.

Sementara itu berdasarkan laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, bencana angin kencang yang terjadi pada Jumat (30/10/2026) sore tersebut berdampak pada sejumlah desa di dua kecamatan. Hingga Sabtu (31/10/2026), petugas BPBD masih melaksanakan asesmen lanjutan guna memastikan jumlah korban serta keseluruhan kerusakan yang ditimbulkan akibat bencana tersebut. (red.IAL)

0 Komentar